Minggu, 12 Desember 2010

HARAPAN

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit lilin tersebut habis meleleh
dan suasana terasa begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata : " Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku :
maka lebih baik aku mematikan diriku saja !"
Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin padam.

Yang kedua berkata : "Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia
tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala."
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran ketiga berbicara :" Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi
aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mecintainya, membenci
keluarganya. " Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga....seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat
ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata :
" Ekh, apa yang terjadi ? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan !"
Lalu ia menangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata : " Jangan takut, janganlah menangis,
selama aku masih ada dan tetap menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan
ketiga Lilin lainnya : " Akulah HARAPAN "
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan
kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Harapan yang ada dalam hati kita.
Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam
situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya !



Continue ..

Minggu, 05 Desember 2010

Air dan Kopi

Kopi : "Janganlah kamu meremehkan secangkir kopi kecil seperti saya. Hargaku cukup mahal. Orang yang minum saya mendapatkan hasil menakjubkan. Jiwa mereka jadi enteng dan rasa lelah pun akan hilang sehingga tidak lagi ngantuk"
Bir : "Mana bisa kopi dibandingkan dengan air seperti saya. Bir adalah minuman terbaik di dunia. Setelah minum, orang akan menjadi bersahabat dan romantis. Selain itu, bir lebih mahal dari kopi, bisa 8x lipat dari harga kopi. Belum termasuk tip lho!"
Kopi : "Oke.. Walaupun saya bukan yang terbaik, saya lebih baik dari yang lain. Paling tidak saya harus bertanya kepada segelas air jernih untuk lebih meyakinkan. Ia hanya minuman gratis di meja ini. Ia tidak berharga sama sekali. Haha.. Menggelikan!"
Air jernih : " Jangan memandang rendah saya. Walaupun saya lebih tak berharga dibanding kalian dalam restoran ini, di gurun pasir saya adalah minuman yang paling menyenangkan"

Teh : "Air jernih masuk akal. Ijinkanlah saya, Merk Special teh Oo Long memberikan penjelasan. Di dunia ini, tidak ada perbedaan nyata atas segala sesuatu yang berharga. Segalanya berharga dan indah apa adanya. Dalam batas-batas nilai uang, teh yang bagus, seperti diriku berharga Rp.50.000.-/ons. Saya tidaklah lebih murah dari kalian berdua. Banyak orang tak peduli pada kopi dan bir, tapi mempunyai minat khusus pada diriku. Dalam menulis dan berpikir, secangkir kopi adalah teman yang baik. Saat bergaul dan perayaan, segelas bir yang baik akan terasa begitu menyenangkan. Dan untuk menghilangkan haus dan menambah cairan tubuh, air jernih adalah yang penting sebagai penyelamat hidup. Maka itu, segala sesuatu di dunia ini memiliki kualitas unik masing-masing. Tak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain. Bila kamu air, perankanlah air sebaik-baiknya. Bila kamu kopi, perankanlah kopi sebaik-baiknya"
Segala sesuatu adalah diri sendiri, tak perlu memutuskan baik vs buruk. Jika kamu adalah segelas air jernih, jangan merasa rendah diri. Air mempunyai artinya sendiri .....

Continue ..

Senin, 29 November 2010

Cahaya Dalam Sujudku

Saat aku berusaha mendekat pada-Mu
Dalam sepinya malam itu
Aku melihat cahaya terang
Terang sekali
Mengalahkan sinar matahari

Tak tahu cahaya apakah itu?
Adakah itu dari-Mu
Tanda Engkau menyambutku?
tipu daya iblis dan syetankah?
Yang tak rela aku dekat dengan-Mu

Aku terlalu banyak dosa untuk keindahan itu
Keindahan yang aku sendiri tak tahu
Dari mana datangnya
Entah ujian apa lagi ini
Adakah ini taruhan keimananku
Ketika aku dihadapkan pada keindahan ini

Oh…betapa bodohnya aku
Ya…rabb
Jangan biarkan aku tersesat
Dalam keraguan misteri cahaya
Yang hadir dalam sujudku malam itu…






Continue ..

Siapakah Aku?

Aku angkuh dalam nafas yang tak ku sadari
Adalah anugerah dari kasih-Mu
Sempurna aku dalam cipta-Mu
Di antara ciptaan selain diriku
Tapi syukur yang jadi hal wajibku
Sedikitpun tak pernah aku lakukan

Kau cipta aku hanya untuk beribadah
Tapi aku selalu sombong dalam tiap langkah
Aku selalu mengeluh meratap
Saat kau tegur aku dengan sedikit rasa sakit saja
Tapi sadar itu tak kunjung ada
Oh…siapakah aku?
Aku iri pada malaikat-Mu…
Tap masih ada manusia yang lebih sempurna
Dari malaikat yang Kau cipta
Hanya untuk mensucikanmu

Ya Allah…
Istigfar seperti apa yang pantas buatku…
Aku terlalu hina tuk sekedar menyebut nama-Mu
Siapakah aku?
Yang tak kenal siapa Tuhanku
Dan untuk apa aku dicipta?


Bilik Surga, 2009

Continue ..

Jumat, 26 November 2010

Sholatku Sandiwaraku

Suci sudah aku berdiri menghadap-Mu
air wudlu ini belum kering saat hatiku tak lagi jinak
aku tak tahu apa salahku
aku sholat tapi aku berdosa
aku hanya bersandiwara
pura-pura tunduk di hadap-Mu
tapi jiwaku liar kemana-mana
padahal aku tahu bahwa kau tahu


ya..rabb…
hadirkan hatiku dalam sholatku
jangan biarkan hati ini liar
wahai dzat yang dapat membalikkan hati
tetapkan hatiku pada-Mu
agar aku tak malu
saat ku tengadahkan tangan dalam doaku




Bilik Surga, 2009
Continue ..